Nasihat Buya Hamka

Saturday, 6 February 20160 komentar


“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji.”
(Buya Hamka)
“Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya”.
(Buya Hamka)
“Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras”.
(Buya Hamka)
“Diribut runduklah padi
Dicupak datuk Temenggung
Hidup kalau tidak berbudi
Duduk tegak kemari canggung
Tegak rumah karena sendi
Runtuh budi rumah binasa
Sendi bangsa ialah budi
Runtuh budi runtuhlah bangsa”.
(Buya Hamka)
“Saya akan pikul rahasia itu jika engkau percayakan kepada saya dan saya akan masukkan ke dalam perbendaharaan hati saya dan kemudian saya kunci pintunya erat-erat. Kunci itu akan saya lemparkan jauh-jauh sehingga seorang pun tak dapat mengambilnya kedalam lagi.”
(Buya Hamka)
“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”
(Buya Hamka)
“Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat.
Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur”.
(Buya Hamka)
“Tuhan, di dunia dan akhirat
aku ingin mengabdi
pada api Islam abadi
pimpin aku!
berkati perjuanganku!
Tuhan, aku ingin maju
menerjang rintangan ingkar
di dadaku biar menggema
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!”
(Buya Hamka)
“Panggilan ‘ayah’ dari anak-anak, ketika si buruh pulang dari pekerjaannya,
adalah obat duka dari dampratan majikan di kantor.
Suara ‘ayah’ dari anak-anak yang berdiri di pintu, itulah yang menyebabkan telinga menjadi tebal, walaupun gaji kecil.
Suara ‘ayah’ dari anak-anak, itulah urat tunggang dan pucuk bulat bagi peripenghidupan manusia.”
(Buya Hamka)
“Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan”.
(Buya Hamka)
“Kemunduran negara tidak akan terjadi kalau tidak kemunduran budi dan kekusutan jiwa.”
(Buya Hamka)
“Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.”
(Buya Hamka)
Share this article :
 
TEMPLATE AS-SALAM| Assalam - All Rights Reserved
Supported : ARNICK.BLOGSPOT.COM | Creating Website | NAJIH dan ARNICK Themes