OCU KUTE "MANUSIA ASAP" ABAD MODREN

Sunday, 15 September 20190 komentar


di sela lengangnya Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih, karena santri pada pulang disebabkan kabut asap semakin menggila,tiba-tiba terdengar suara azan di mushollah pada waktu magrib, mendengar suara azan tersebut, maka salah seorang ustazt yang tinggal di pondok pesantren tersebut langsung menuju mushollah untuk menunaikan sholat magrib, kalaulah bukan suara azan  terdengar di musholla itu, maka ustazt tersebut sudah berangkat ke mesjid jamik, yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Assalam, karena biasanya dikala santri libur,al-ustaz tersebut pergi kemesjid untuk menunaikan sholat waktu berjamaah.

Ternyata seseorang yang azan di mushollah tersebut adalah juru masak pondok putri, yang sering disebut dengan “Ocu Kute”, “ocu kute” memang berprofesi sebagai  juru masak di pondok putri, sudah menjadi kebiasaan nya juga, disamping jago masak, ia selalu mengumandangkan azan dikala waktu sholat masuk. Pada waktu sholat magrib “Ocu kute” dikala itu diimami oleh ustaz yang bermukim di pondok putri itu, ketika mengimamani sholat, pak ustaz tersebut batuk, sangat sulit menghela nafasnya, nafasnya sangat sesak sekali. Dari suaranya kelihatan bahwa pak ustaz tersebut terkena ISPA dampak kabut asap, Kendatipun demikian, pak ustaz tersebut dapat menyelesaikan sholat magrib dengan ocu kute.

Selepas sholat,  pak ustaz bertanya kepada “ocu kute”, kenapa ocu tak kena dampak dari asap, tidak batuk, tidak filek dan demam seperti orang kebanyakan ? pak ustaz tersebut mencontohkan kepada dirinya. kata pak ustaz ; saya waktu asap minggu kemaren, suara saya nyaris hilang, batuk dan filek, nah, pada asap minggu ini saya filek, batuk dan badan nyaris deman, namun “ocu kute” menjawabnya dengan santai, ocu kute mengatakan, bahwa semenjak dahulu berapa kali daerah kita ini dilanda asap saya tak kenapa-kenapa, bahkan waktu hari kamis kemaren, saya megantarkan salah seorang santri putri dengan sepeda motor, kebetulan orang tuanya tidak bisa menjemputnya, waktu itu asap sangat tebal, tapi saya tidak pakai masker dan saya tidak kenapa-kenapa.

Kemudian “Ocu Kute” berseloroh, kata “Ocu kute” asap yang ini-sambil menunjuk kepada asap yang berada di luar musholla yang pada waktu itu lumayan pekat- belum apa-apanya ni ustaz, saya saja membuat asap dan makan setiap waktu, sehari saya menghabiskan 2 bungkus rokok, ucap laki-laki paruh baya yang memang tergolong pencandu rokok berat. Maka pak ustaz itu lantas mengatakan “Ocu Kute” ini memang manusia Asap Abad Modren (GT).

Share this article :
 
TEMPLATE AS-SALAM| Assalam - All Rights Reserved
Supported : ARNICK.BLOGSPOT.COM | Creating Website | NAJIH dan ARNICK Themes